Penurunan kinerja otak bisa dialami oleh siapa pun. Bahkan, mereka yang masih berusia 30-an tahun. Untuk bisa berfungsi dengan baik, otak membutuhkan pasokan gizi yang seimbang.
Semua zat gizi itu digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan bahan esensial yang disebut adenosin trifosfat (ATP). Senyawa ini melepaskan energi yang tersimpan untuk membangkitkan neurotransmiter, mendistribusikan protein ke dalam sel dan membantu menyalurkan impuls listrik.
Untuk bekerja otak memerlukan energi. Sumbernya adalah glukosa yang berada dalam darah. Otak juga memerlukan asam amino, serta vitamin asam folat dan mineral.
Asam amino yang diutamakan untuk otak adalah glutamat. Ia berperan sebagai transmiter pada lebih dari setengah bagian saraf terminal di otak. Asam amino dalam jumlah berlimpah terdapat dalam kuning telur, susu segar, hati, dan keju. Juga di ragi, beberapa jenis kacang, kacang kedelai, dan sereal.
Selain asam amino dan vitamin, hormon estrogen juga bermanfaat untuk mendukung kerja otak. Hormon ini mampu menurunkan risiko Alzheimer pada wanita pasca menopause.
Studi di laboratorium menunjukkan tikus yang diberi suplemen magnesium dalam dosis ekstra memiliki daya ingat jangka panjang lebih baik dan punya kemampuan belajar lebih baik dibanding tikus yang tidak diberi magnesium.
"Baik pada tikus muda dan tua, magnesium meningkatkan kekenyalan antara sinaps (sambungan antara neuoron) dan meningkatkan kepadatan sinaps di hippocampus, bagian otak yang berperan dalam daya ingat dan kemampuan belajar," kata Guosong Liu, direktur Center for Learning and Memory di Tsinghua University, Beijing, China.
Magnesium adalah mineral penting yang bisa kita temukan pada sayuran hijau, terutama bayam. Magnesium juga berperan penting dalam pembentukan sistem imun tubuh.
Namun sebelum Anda memborong suplemen magnesium, perlu dicatat pula bahwa penelitian ini masih bersifat awal dan perlu pembuktian lebih lanjut. Selain itu, hasil ujicoba pada hewan tak selalu berdampak sama pada manusia.
Senin, 15 Februari 2010
Prostat dan Tomat
Para ahli menyarankan agar para pria mengonsumsi banyak sayuran segar karena dapat menurunkan risiko kanker prostat hingga 32 persen. Selain tomat, ternyata buah apel dan buncis juga punya khasiat mencegah kanker prostat karena kandungan senyawa aktif quacertin. Anjuran itu disampaikan para ahli dari Mayo Clinic yang dimuat dalam Jurnal Carcinogenesis.
Pada uji laboratorium, Nianzeng Xing, ahli kanker dari Departemen Urologi di Mayo Clinic, membuktikan bahwa quacertin, sanggup memblokir reseptor hormon pria (androgen) sehingga bisa mencegah kanker prostat.
Berbagai penelitian mengungkapkan, bahwa buah apel kaya serat, fitokimia, dan flavonoid. Zat flavonoid, berdasarkan kajian Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, mampu menurunkan risiko kena penyakit kanker paru-paru sampai 50 persen.
Sementara itu hasil penelitian Mayo Clinic tahun 2001 membuktikan quacertin, sejenis flavonoid, yang terkandung dalam apel, dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker prostat.
Dalam penelitian lain, para peneliti menemukan konsumsi tomat yang dicampur brokoli punya efek lebih kuat dalam memperkecil gangguan prostat dibandingkan jika sayuran itu disantap sendiri-sendiri. "Santaplah 1,4 mangkuk tomat segar atau setengah mangkuk pasta tomat," kata Kirstie Cenene Adam, ketua peneliti seperti dikuti situs ScienceDaily.
Pada uji laboratorium, Nianzeng Xing, ahli kanker dari Departemen Urologi di Mayo Clinic, membuktikan bahwa quacertin, sanggup memblokir reseptor hormon pria (androgen) sehingga bisa mencegah kanker prostat.
Berbagai penelitian mengungkapkan, bahwa buah apel kaya serat, fitokimia, dan flavonoid. Zat flavonoid, berdasarkan kajian Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, mampu menurunkan risiko kena penyakit kanker paru-paru sampai 50 persen.
Sementara itu hasil penelitian Mayo Clinic tahun 2001 membuktikan quacertin, sejenis flavonoid, yang terkandung dalam apel, dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker prostat.
Dalam penelitian lain, para peneliti menemukan konsumsi tomat yang dicampur brokoli punya efek lebih kuat dalam memperkecil gangguan prostat dibandingkan jika sayuran itu disantap sendiri-sendiri. "Santaplah 1,4 mangkuk tomat segar atau setengah mangkuk pasta tomat," kata Kirstie Cenene Adam, ketua peneliti seperti dikuti situs ScienceDaily.
Langganan:
Postingan (Atom)